Story,  Travel

Suara Dari Sahabat

1519964304211

Dalam hidup ini, gua yakin setiap orang memiliki perspektif tersendiri terhadap apa-apa yang ada dan terjadi di dalam kehidupannya. Gak semua orang punya pandangan yang sama, walaupun ada yang sama, tapi pasti ada satu hal walau sedikit itu berbeda. Gua punya teman (dulunya teman), tapi sekarang ya bisa gua bilang dia itu sahabat gua. Walau intensitas ketemu dan chat-nya gak sering, tapi sejak tahun 2011 lalu kami ketemu, sampai sekarang komunikasi kami masih sangat baik. Ia pun masih setia mendengar semua cerita gua yang ga ada udahnya—walau ia suka memotong kemudian berkata nyeleneh, bikin gua keki.

Sebut saja ia Kartini. Kami bertemu di kelas kursus Bahasa Inggris sewaktu zaman kuliah—yang emang kebetulan diwajibkan oleh kampus kami. Gua gak yakin bakalan bisa mengenal Kartini kalo kampus gak wajibin untuk ambil kursus Bahasa Inggris itu karena gua anak Farmasi sementara Kartini anak Ekonomi, dan ya—kalo dia udah ngomongin tentang bidangnya itu gua gak paham dan gak mau paham sih. Kartini termasuk orang yang blak-blakann kalo dimintain pendapat tentang diri gua, jadi gua suka minta penilaian dari Kartini.

Dan, inilah gua menurut Kartini..

Sombong kalau gak kenal

Seperti yang udah gua tulis, pertama kali kami bertemu di tempat kursus Bahasa Inggris. Saat itu, gua pakai kaos jersey MU, duduk sendiri di pojokan dengan rambut lurus tergerai memainkan handphone. Mata sipit dan bibir tipis gua, membuat gua terlihat angkuh. “Saat itu gua mikir lo itu Chinese kaya yang ansos, Mel.” Kenangnya.

Ketika itu pun gua emang ngobrolnya sama Randi aja—temen satu jurusan gua. Tapi bukan karena ansos, ya karena emang belum kenal aja. Tapi menurut Kartini muka gua itu gak bersahabat, tengil, dan ya congkak. Ada-ada saja!

WhatsApp Image 2018-03-06 at 13.08.17
apakah terlihat sombong?

Sampai 6 bulan berlalu, One Direction mulai menyerang gadis-gadis di Indonesia. Gua suka dengan lagu-lagu mereka, dan ternyata Kartini pun begitu. Gua suka Zayn, Kartini suka Harry. Walau saat itu belum akrab, kami sudah saling follow  twitter. Melihat Kartini suka nge-tweet ga jelas tentang One Direction, membuat gua ingin menyapanya melalui DM. Begitulah, awal mula obrolan kami nyambung. Sejak itu, pandangan Kartini tentang gua pun berubah 180 derajat. “Yah, ternyata orangnya cacat, bully-able, dan tidak sombong. Tapi gak tau suka menabung atau engga.” Ujarnya. Suka menabung kok!

Suka menghayal

Kalian udah tau, idola kami sama yaitu One Direction. Kartini pernah bilang ke gua kalo gua ini orangnya suka banget menghayal dan itu tidak bisa dikatakan salah. Kartini sangat benar dalam hal ini. Kalo udah memimpikan sesuatu, kalo udah suka sesuatu, gua bisa menghayalkan hal itu seharian. “Lo ya, kalo udah ngayal suka tiba-tiba ngechat gua. Dasar tukang ngayal.” Ujar Kartini saat itu.

WhatsApp Image 2018-03-06 at 13.18.35
gpp ya, ngayal :p

Dan ya, gua ga cuma suka menghayal hanya di pikiran aja. Tapi harus diwujudin khayalan itu. Seperti gayung yang bersambut, saat itu Kartini tiba-tiba ngajakin gua untuk buat fan fiction dalam bentuk novel dan dikirim ke penerbit. Kami pun menulis selama 3 bulan lamanya, setiap minggu bergantian gilir dan jadilah sebuah cerita dari khayalan kami. Isinya jelas tentang kami dan One Direction serta dua orang bodyguard. Di cerita tersebut, kami menghayal kalau kami adalah saudara kembar yang memiliki dua orang bodyguard. That’s why kami selalu bilang kami adalah twin sampai orang-orang bingung “dimana kembarnya?”

Bagaimana dengan naskah khayalan kami? Kami sudah mengirimkan naskah tersebut ke penerbit, namun ditolak. Dan One Direction sudah tidak terlalu booming di Indonesia sehingga naskah setebal 300 halaman lebih itu masih tersimpan baik di kamar gua.

Gak setengah-setengah

Kata Kartini, gua ini orangnya gak setengah-setengah. “Gak setengah-setengah gimana?” gua bingung. “Ya, lo kalo udah suka sesuatu harus dikejar. Kalo gua kan, ya ga gitu-gitu banget. Apalagi kalo berhubungan sama duit. Mikir dulu deh.” Jawabnya.

I see, maksudnya Kartini itu, gua ini orangnya ya benar gak setengah-setengah kalau punya tujuan atau suka sesuatu. Contoh, gua suka MU. Kok bisa? Jadi begini, awalnya gua suka MU itu bukan karena gua suka bola. Jadi pas gua masih SD atau SMP gua agak lupa, sewaktu ada piala dunia yang di Jepang, gua lagi nonton Inggris. Saat itu gua emang gak ngerti apa-apa, tapi yang gua ngerti adalah pemainnya ganteng-ganteng. Guys, you have to know that I love handsome guy! Haha! Yah eventhough the boys that have been living in my love life, not that handsome LOL. “Lo itu suka cowok ganteng, tapi cowok-cowok yang pernah deket sama lo mukanya kramat semua, Mel!” ujar Kartini. Sial kan!

WhatsApp Image 2018-03-06 at 08.09.07
nonton Beckham

Balik lagi, saat itu ada David Beckham, Frank Lampard, Steven Gerrad, dan Paul Scholes. Saat itu Beckham masih pemain MU. Dan, ketika David Bechkham dateng ke Indonesia gua pun harus nonton!

WhatsApp Image 2018-03-06 at 08.19.11
nonton abang adam

Begitu juga dengan One Direction dan Maroon 5 datang untuk konser di Indonesia, gua pun nonton. Dan saat itu, gua ajak Kartini tapi Kartini tidak mau ikut karena, “Ah, gua ga punya uang Mel.” Ya, saat itu kami memang masih menjadi mahasiswa. Ah ya, gua yang suka olahraga bulu tangkis, gua pun gak ketinggalan menonton pertandingan Djarum Super. Begitulah kira-kira alasan Kartini bilang kalo gua gak setengah-setengah.

Berjiwa Petualang

Sejak semester akhir kuliah, gua mulai mencoba dunia travelling. Sebelumnya memang pernah liburan, tapi sama keluarga. Seperti ke Hongkong, Jogja, dan Surabaya. Tapi travelling tanpa keluarga pertama kali gua cobain di akhir semester. Gak tanggung-tanggung, gua langsung ke luar negeri. Thailand adalah destinasi yang gua inginkan, dan tentu saja Kartini adalah salah satu orang yang gua ajakin. Tapi kalian pasti tahu jawabannya, Kartini menolak. Gua ga akan ngebahas travel gua ke Thailand disini, yang pasti setelah dari Thailand, gua jadi ketagihan travelling tanpa keluarga.

Di Indonesia sendiri, gua udah ke Belitung, Cirebon, Majalengka, Ternate, Semarang, Makassar, Bali, Lombok, dan Raja Ampat. Kalau ke luar negeri, terima kasih Tuhan gua udah pernah ke China, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

WhatsApp Image 2018-03-06 at 08.35.40
hongkong
1519964299055
bali
WhatsApp Image 2018-03-06 at 13.59.28 (1)
malajengka
WhatsApp Image 2018-03-06 at 13.59.28 (2)
singapura
1519964322375
ternate
1519964351053
papua
WhatsApp Image 2018-03-06 at 13.59.29 (1)
thailand
WhatsApp Image 2018-03-06 at 13.59.28
belitung

“Gila lo ya, uang gak abis-abis!” celetuk Kartini. Dan sampai sekarang, gua masih berharap bisa ngebujuk Kartini untuk travelling ke luar negeri bareng gua.

Perfectionis

Dan yang terakhir ini memanglah benar adanya. Gua ini tipikal orang yang sempurna. Bukan berarti gua bilang semua yang ada di dalam diri gua ini sempurna ya! Tapi, gua mau apapun yang gua lakuin itu mendekati kesempurnaan. Apalagi yang berurusan dengan apa yang “orang lain lihat”, gua harus terlihat sempurna. Bukannya gua terlalu memikirkan bagaimana pendapat orang lain, tapi kita hidup gak sendiri, betul? Kita hidup bersama orang lain, dan sebagai penghormatan kepada orang lain di sekeliling gua, gua ingin memberikan yang terbaik, yang mendekati sempurna, kalo bisa sempurna ya why not?

WhatsApp Image 2018-03-06 at 14.05.26
even style, perfect is a must!

Begitulah beberapa poin tentang gua yang dikatakan dengan jujur oleh sahabat gua. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian memiliki sahabat yang benar-benar mengenal kalian?

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *